Monaco harus mengakui ketangguhan Juventus



Monaco harus mengakui ketangguhan Juventus pada leg pertama semifinal Liga Champions Stade Louis II, Kamis (4/5/2017) dinihari WIB. Di kandang sendiri, Monaco kalah 0-2 dari Juventus, dengan Gonzalo Higuain memborong kedua gol.

Kedua kesebelasan bermain terbuka, menghasilkan total 24 tembakan pada laga ini. Kubu tuan rumah mencetak peluang lebih banyak dengan 14 tembakan berbanding 10 tembakan. Hanya saja serangan Juventus lebih efektif ketimbang serangan Monaco.

Monaco awalnya mampu memberikan ancaman berbahaya di menit-menit awal pertandingan. Namun lambat laun Juventus mulai memegang kendali permainan. Hingga akhirnya dua gol tercipta, dengan gol-gol tersebut lahir berkat peran Dani Alves. Kemenangan Juventus pada laga ini memang tak lepas dari instruksi khusus Pelatih Juventus Massimilliano Allegri pada Alves.
wikipedia.org


Meski kalah, Monaco bukan tanpa perlawanan pada laga ini. Bahkan sebetulnya peluang-peluang berbahaya lebih dulu didapat Monaco. Pada 20 menit pertama, ketika Juventus baru mencetak satu peluang, Monaco sudah menciptakan lima peluang. Dua di antaranya merupakan tembakan on target, yang keduanya didapatkan Kylian Mbappe. Hanya saja eksekusi Mbappe tersebut mampu diamankan kiper Juventus Gianluigi Buffon.

Monaco sendiri memainkan gaya permainan khas mereka, permainan cepat dan langsung ke depan. Para pemain Monaco tak berlama-lama dengan bola. Umpan-umpan panjang segera dilepaskan mengarah ke sepertiga akhir melalui kedua sayap.

Dalam formasi dasar 4-4-2 yang diandalkan sang pelatih, Leonardo Jardim, Monaco mengandalkan Thomas Lemar di sayap kiri dan Bernardo Silva di sayap kanan. Sementara itu kedua full-back Monaco pun turut membantu serangan.

Peran-peran full-back inilah yang cukup bisa memberikan peluang bagi lini depan Monaco, khususnya di sisi kanan. Nabil Dirar, yang dipasang sebagai bek kanan pada laga ini, menjadi pemain yang paling sering mengancam gawang Juventus lewat umpan-umpan silangnya.

Dirar tercatat melepaskan 10 umpan silang pada laga ini dari total 35 umpan silang yang diciptakan Monaco. Dari 10 kesempatan, tiga di antaranya menjadi peluang emas untuk Monaco. Dua peluang Mbappe pada awal-awal laga pun dihasilkan dari umpan silang akurat dari gelandang asal Maroko ini.

Kerepotannya Juventus di sayap kiri disebabkan karena pada awal-awal permainan, mereka menerapkan formasi 4-4-2 saat tak menguasai bola. Alex Sandro tampak kewalahan menghadapi Dirar dan Silva. Namun Allegri kemudian meresponnya dengan perubahan pola 3-4-2-1 baik ketika menyerang maupun bertahan. Perubahan menjadi skema tiga bek ini cukup membantu Alex Sandro di sisi kiri karena Girogio Chiellini mulai sering membantu melebar.

Serangan lewat sisi kiri pertahanan Juventus juga disebabkan oleh bek kiri Monaco, Djibril Sidibe, tampak tak nyaman bermain pada posisinya. Sidibe sendiri sebenarnya berposisi natural sebagai bek kanan. Hanya saja ia dipasang menjadi bek kiri untuk mengisi pos yang ditinggalkan Benjamin Mendy, belum pulih dari cedera.

Jika Dirar melepaskan 10 crossing, Sidibe hanya melepaskan dua umpan silang saja, keduanya pun berhasil diblok pemain Juventus. Selain itu ia juga harus mewaspadai pergerakan Daniel Alves yang tampil superior pada laga ini.

https://sport.detik.com/aboutthegame/match-analysis/d-3491690/juventus-kendalikan-tempo-lewat-permainan-sempurna-dani-alves

Komentar